Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS di Tengah Ketegangan AS-Iran
Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis, bergerak menguat 50 poin atau 0,28 persen menjadi Rp17.713 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.763 per dolar AS.
Eskalasi Konflik AS-Iran dan Dampaknya
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyampaikan bahwa pergerakan rupiah dibayangi eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah terjadi serangan balasan antara AS dan Iran di kawasan tersebut. Meningkatnya ketegangan tersebut memicu meningkatnya skeptisisme investor terhadap perkembangan negosiasi perdamaian.
Militer Iran menyerang pangkalan Amerika Serikat di beberapa negara untuk membalas serangan AS di wilayah mereka. Komando Pusat AS (CENTCOM) juga dikabarkan melancarkan serangan terhadap sasaran IRGC di Iran. Ledakan dilaporkan terjadi di beberapa lokasi di Iran sebagai dampak dari konflik ini.
Dampak Terhadap Pasar Finansial
Ketidakpastian yang semakin tinggi di Timur Tengah juga berdampak pada harga minyak dunia yang mengalami kenaikan. Hal ini turut mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Berdasarkan faktor-faktor ini, diprediksi bahwa rupiah akan berkisar antara Rp17.700-Rp17.825 per dolar AS.
Penyebab Pergerakan Rupiah
Pergerakan rupiah terhadap dolar AS juga dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti kenaikan imbal hasil treasury AS. Hal ini telah menjadi perhatian investor dalam mengambil keputusan di pasar keuangan.


