Saturday, September 5, 2026
HomeBisnisProyeksi IHSG Mandiri Sekuritas ke Level 6.810 Tahun 2026

Proyeksi IHSG Mandiri Sekuritas ke Level 6.810 Tahun 2026

- Advertisement -
- Advertisement -

Mandiri Sekuritas Proyeksi IHSG Capai Level 6.810 Pada Akhir 2026

PT Mandiri Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 6.810 pada akhir 2026. Namun, terdapat potensi IHSG bisa menguat hingga level 7.470 dalam skenario optimistis, dengan asumsi terjadi penurunan tingkat imbal hasil bebas risiko ekuitas.

Proyeksi Positif untuk IHSG dan IDX80

Menurut Head of Equity Research, Equity Strategist, Banking Analyst Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat, proyeksi tersebut didasarkan pada pergerakan indeks IDX80 yang diprediksi mengalami kenaikan sekitar 8-10 persen dari posisi saat ini. IDX80 terdiri dari 80 saham dengan likuiditas tinggi dan berpotensi mencapai level 107,2 dalam skenario dasar dan 122,1 dalam skenario optimistis.

Kresna menyoroti pertumbuhan laba per saham (EPS) yang stabil sekitar 11 persen, menjadi faktor kunci dalam proyeksi positif terhadap IHSG dan IDX80. IDX80 juga dianggap semakin strategis sebagai ukuran kinerja dana kelolaan bagi investor lokal.

Faktor-Faktor yang Mendorong Pergerakan Pasar Saham

Dari hasil riset Mandiri Sekuritas, empat faktor tematik utama ditemukan sebagai pendorong potensial bagi pergerakan pasar saham domestik. Pertama, valuasi pasar saham saat ini berada pada tingkat diskon yang signifikan akibat risiko makro global dan biaya modal yang tinggi.

Kedua, dukungan industri komoditas dan hilirisasi menjadi faktor penting yang diperkirakan dapat mendorong kinerja emiten. Industri bullion nasional dan proyek hilirisasi mineral seperti emas, tembaga, nikel, batu bara, dan minyak kelapa sawit diharapkan memberikan kontribusi positif.

Ketiga, kebijakan fiskal pro-rakyat dan stabilitas nilai tukar rupiah menjadi pendorong lain dalam menopang pasar saham. Pemerintah fokus pada belanja yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan serta pendidikan.

Keempat, reformasi industri berbasis negara yang diperkuat dengan peningkatan peran negara di sektor energi, pangan, dan perbankan syariah diprediksi menjadi faktor penggerak bagi pasar modal.

Mandiri Sekuritas mengidentifikasi sektor emas, tembaga, nikel, minyak dan gas, kesehatan, rokok, serta keuangan sebagai sektor yang berpotensi memberikan kinerja positif di pasar modal sesuai dengan proyeksi dan analisis mereka.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer