Saturday, September 5, 2026
HomeBisnisTransformasi Pelabuhan Internasional Berbasis Kinerja: Dorongan MTI

Transformasi Pelabuhan Internasional Berbasis Kinerja: Dorongan MTI

- Advertisement -
- Advertisement -

MTI Dorong Transformasi Pelabuhan Internasional Berbasis Kinerja

Baubau, Sulawesi Tenggara – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mendorong transformasi pelabuhan internasional dari berbasis status administratif menjadi berbasis fungsi dan kinerja guna memperkuat konektivitas perdagangan, meningkatkan efisiensi logistik, dan daya saing ekspor nasional.

Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Robby Kurniawan, menyoroti pentingnya perubahan pendekatan dalam pengelolaan pelabuhan di Indonesia. Menurutnya, hanya memiliki banyak pelabuhan berstatus internasional belum cukup jika tidak diiringi dengan efektivitas sistem pelabuhan yang sebenarnya.

Robby Kurniawan: Fokus pada Fungsi dan Kinerja

Robby Kurniawan, yang juga dosen Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), menjelaskan bahwa masih terdapat kesenjangan antara jumlah pelabuhan berstatus internasional dengan fungsi dan kinerja aktualnya. Data menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil dari pelabuhan internasional yang aktif dalam kegiatan ekspor dan impor.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Robby merekomendasikan penerapan Integrated International Port Effectiveness Model (IIPEM). Model ini dirancang untuk melihat pelabuhan internasional sebagai bagian dari sistem jaringan pelabuhan nasional yang terintegrasi, berbasis fungsi dan kinerja.

Enam Kapabilitas Strategis

IIPEM didasarkan pada enam kapabilitas strategis, yaitu:

  1. Strategic Port Governance
  2. Maritime Connectivity
  3. Hinterland & Economic Integration
  4. Operational Efficiency
  5. International Trade Facilitation
  6. Digital, Sustainable & Resilient Port

Robby juga mendorong penerapan functional and network-based port hierarchy, yang membagi pelabuhan berdasarkan fungsi dan jaringan. Dalam model hierarki ini, setiap pelabuhan dievaluasi berdasarkan kinerja, konektivitas, kekuatan hinterland, dan kontribusi terhadap perdagangan nasional.

Robby menekankan bahwa Indonesia perlu melihat efektivitas pelabuhan dari berbagai aspek, tidak hanya dari produktivitas dermaga atau dwelling time. Yang terpenting adalah kemampuan sistem pelabuhan dalam menurunkan biaya logistik, memperkuat konektivitas langsung, serta meningkatkan daya saing ekspor.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer