Saturday, September 5, 2026
HomeEkonomiEl Nino Mempengaruhi Produksi Pertanian, Impor Pangan Meningkat

El Nino Mempengaruhi Produksi Pertanian, Impor Pangan Meningkat

- Advertisement -
- Advertisement -

Pemerintah Kaji Peluang Impor Pangan Akibat El Niño

Pemerintah Indonesia tengah mengevaluasi kemungkinan untuk melakukan impor sejumlah komoditas pangan karena menurunnya produktivitas pertanian akibat fenomena El Niño. Langkah ini diambil guna memastikan pasokan pangan dalam negeri tetap stabil dan mencegah lonjakan inflasi.

Mempetakan Daerah Sentra Pertanian Terdampak

Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama instansi terkait sedang mengidentifikasi wilayah sentra pertanian yang mengalami masalah dalam pasokan dan distribusi. Opsi impor pangan dipertimbangkan melalui Rapat Koordinasi Terbatas untuk menanggulangi dampak yang dirasakan di tingkat lokal.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol, menjelaskan, “Potensi impor pangan ini sedang didalami dan kami tidak mendahului analisis tim Rakortas yang dipimpin Bapak Menko bersama seluruh kementerian terkait. Inflasi harus kita jaga dengan melihat detail spasial yang terganggu, karena sedikit banyak El Niño tentu memengaruhi produktivitas semua komoditas di Indonesia.”

Respons Cepat dengan Task Force Khusus

Pemerintah telah mengaktifkan satuan tugas khusus untuk menghitung kembali ketahanan pangan nasional, terutama pada komoditas yang paling terdampak akibat El Niño. Rencananya, semua otoritas pangan akan rapat koordinasi guna merumuskan langkah intervensi yang paling tepat.

Hanif menekankan bahwa perdagangan luar negeri merupakan instrumen yang penting dalam menjaga keseimbangan pangan saat produksi domestik terganggu oleh cuaca ekstrem. Evaluasi terhadap ekosistem pertanian harus terus dilakukan untuk memperkuat ketahanan jangka panjang.

“Bicara pangan kadang tidak lepas dari impor dan ekspor, sehingga ini menjadi kesempatan mengkalibrasi ketahanan bentang alam kita yang ternyata belum sepenuhnya tahan didera El Niño kuat. Kita tidak boleh menganggap bencana ini takdir, melainkan wajib membangun ketahanan lingkungan agar dunia usaha memiliki kepastian di tengah ancaman perubahan iklim,” ujar Hanif.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer