Di Sulawesi Tengah, Harga Cabai Melonjak Menjadi Rp105 hingga Rp170 Ribu per Kilogram
Harga cabai di sejumlah pasar di Sulawesi Tengah meroket tinggi akibat berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi. Kondisi cuaca kering yang dipengaruhi oleh fenomena El Nino menjadi penyebab utama dari lonjakan harga cabai ini, membuat harga mencapai kisaran Rp105 ribu hingga Rp170 ribu per kilogram. Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tengah, Richard Arnaldo Djanggola, telah mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang memperkuat koordinasi dengan dinas pertanian tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan rencana untuk membuka pasar murah di beberapa titik sebagai solusi jangka pendek dalam mengatasi lonjakan harga cabai yang terjadi.
Dampak Kenaikan Harga Cabai
Kenaikan harga cabai yang signifikan ini tentu akan berdampak pada daya beli masyarakat, terutama bagi kalangan menengah ke bawah. Ketersediaan cabai yang semakin langka juga dapat menghambat akses masyarakat terhadap bahan pokok tersebut. Oleh karena itu, langkah-langkah konkret perlu segera diambil untuk menjaga stabilitas harga cabai agar tidak merugikan konsumen.


