Anak SN, yang menjadi korban kekerasan seksual oleh oknum guru mengaji, mengalami perubahan sikap yang membuat keluarga khawatir. Anaknya, yang akan berusia sembilan tahun, kini cenderung pemalu dan ingin sendiri saat bertemu keluarga. Keluarga SN juga takut akan terjadinya bullying di sekolahnya karena status korban kekerasan seksual yang dialami anak mereka. SN sendiri tidak kuasa menahan tangis saat menceritakan perbuatan terduga pelaku yang ternyata menjadi guru mengaji anaknya di salah satu Masjid lokal. Berita tentang kejadian tersebut telah menimbulkan emosi dalam diri SN, yang ingin membawa keadilan bagi anaknya serta menyadarkan masyarakat tentang tindakan yang tidak dapat dibiarkan. Keberanian SN untuk berbagi kisah ini diharapkan dapat menjadi sebuah langkah positif menuju pencegahan dan perlindungan terhadap anak-anak lain yang rentan terhadap kekerasan seksual. Kita semua berharap agar kasus semacam ini tidak terulang di masa depan, dan korban juga mendapatkan dukungan serta perlindungan yang layak untuk pemulihan mereka.
Dampak Kekerasan Seksual Guru Mengaji Pada Bocah 8 Tahun
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait


