Keputusan Amerika Serikat untuk keluar dari Perjanjian Iklim Paris dan menarik diri dari berbagai komitmen transisi energi menimbulkan dampak yang signifikan bagi upaya transisi energi negara lain. Meskipun langkah ini sudah diantisipasi sejak lama, para pakar khawatir bahwa komitmen transisi energi negara-negara lain, termasuk Indonesia, juga akan terpengaruh. Langkah Presiden Trump ini secara langsung mengancam upaya global untuk mengatasi perubahan iklim dan menimbulkan ketidakpastian dalam kerjasama internasional dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca. Kedepannya, perlu adanya kerjasama antarnegara untuk tetap memperjuangkan transisi energi yang berkelanjutan guna menjaga bumi ini tetap lestari bagi generasi mendatang. Semua pihak harus bersatu untuk merancang solusi yang terbaik dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan.


