Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan komitmen Kementerian dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia unggul serta pengembangan riset dan inovasi berbasis energi dalam arah kebijakan nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam audiensi antara Kemdiktisaintek dan anggota Dewan Energi Nasional (DEN).
Kemdiktisaintek memastikan SDM unggul di sektor energi dapat tumbuh, serta riset dan inovasi dapat diarahkan secara tepat untuk mendukung industri energi yang tengah berjalan. Kemdiktisaintek berkepentingan agar riset di kampus benar-benar mendukung target energi nasional. Kementerian siap berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan arah riset ini relevan dan berdampak.
Audiensi ini membahas tugas dan fungsi DEN, capaian tahun 2024, serta rencana program prioritas DEN tahun 2025, termasuk perumusan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan Rumusan Rekomendasi Kebijakan Energi Lintas Sektor. Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menekankan pentingnya komunikasi publik dalam menyosialisasikan kebijakan energi nasional. Fauzan juga menekankan pentingnya narasi energi yang membumi, relevan, dan mudah dipahami.
Sementara itu, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Yudi Darma, menyampaikan dorongan kepada kampus untuk menjadi motor utama riset, sehingga kemanfaatannya berdampak luas. Difusi hasil riset harus dirancang untuk membangun ekosistem yang bisa berdampak bagi industri dan masyarakat.
Dalam forum yang sama, Dinna Nur Fitria, perwakilan dari unsur konsumen Dewan Energi Nasional, melaporkan perkembangan Rancangan Peraturan Presiden tentang Kebijakan Energi Nasional (RPP KEN) yang kini telah memasukkan unsur energi nuklir. Ia berharap keterlibatan Kemdiktisaintek dalam penyusunan RUEN dan kolaborasi lintas sektor, juga bisa semakin ditingkatkan. Agus Prasetyono, dari unsur akademisi, juga menyampaikan pentingnya peran kampus dalam menyusun dan mengevaluasi matriks energi nasional.








