Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI dan BHI di Kementerian Luar Negeri, mengumumkan revisi jumlah WNI yang terlibat dalam kasus online scam di Myawaddy, Myanmar, dari 366 menjadi 525 setelah mendapatkan konfirmasi resmi dari otoritas Myanmar. Koordinasi intensif dilakukan dengan otoritas Thailand untuk menyelamatkan WNI dari Myawaddy ke Mae Sot, Thailand, sebelum dipulangkan ke Indonesia. Selain itu, perluasan korban perdagangan orang di mana korban tidak hanya perempuan miskin tetapi juga orang muda, termasuk lulusan perguruan tinggi, menjadi perhatian serius. Penelitian menunjukkan bahwa perdagangan manusia terutama terjadi di Asia Tenggara, di mana penghasilan global dari penipuan online mencapai miliaran dolar setiap tahun. Kelompok kriminal terorganisasi, terutama dari China, diduga beroperasi di negara-negara miskin seperti Kamboja, Laos, dan Myanmar untuk melakukan penipuan dan penggelapan uang secara daring, menargetkan korban dari berbagai belahan dunia. Selain itu, pusat penipuan ini melibatkan ribuan orang yang diperdagangkan secara ilegal dan dipaksa bekerja dalam kondisi yang tidak manusiawi. Komisi Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia memperkirakan lebih dari 200.000 orang telah diperdagangkan ke negara-negara tersebut untuk melakukan penipuan daring, menunjukkan dampak serius dari kasus online scam yang mengakibatkan kerugian besar secara global.


