Saturday, March 7, 2026
HomeBeritaIndonesia Alami Deflasi Tahunan Setelah 25 Tahun

Indonesia Alami Deflasi Tahunan Setelah 25 Tahun

- Advertisement -
- Advertisement -

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan adanya deflasi bulanan pada Februari 2025, yang terjadi menjelang Ramadan di mana tingkat konsumsi masyarakat biasanya meningkat. Deflasi ini tercatat pada 0,48 persen, meski deflasi tersedia sejak bulan Januari. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan deflasi tahunan sebesar 0,09 persen terjadi, yang merupakan fenomena langka. Menurutnya, fenomena deflasi kali ini disebabkan oleh diskon tarif listrik sebesar 50 persen yang diterapkan oleh pemerintah.

Amalia menegaskan bahwa deflasi ini bukan disebabkan oleh penurunan daya beli masyarakat, melainkan oleh intervensi kebijakan pemerintah. Komoditas seperti perumahan, air, bahan bakar rumah tangga, dan bahan makanan pokok seperti beras, tomat, dan cabai turut berkontribusi pada deflasi tersebut. Meskipun demikian, komponen inti masih mengalami inflasi sebesar 0,25 persen, dengan kontribusi dominan dari komoditas seperti emas perhiasan, kopi bubuk, dan mobil.

Ekonom Yusuf Rendy dari CORE Indonesia memahami bahwa diskon tarif listrik menjadi faktor utama penyumbang deflasi tahunan dan bulanan. Namun, ia meragukan bahwa deflasi kali ini menandakan melemahnya daya beli masyarakat karena inflasi inti masih terjaga. Menurutnya, perubahan daya beli masyarakat dapat dipastikan dengan mempertimbangkan indikator ekonomi lainnya.

Peneliti Next Policy, Shofie Azzahrah, menambahkan bahwa deflasi tidak hanya disebabkan oleh faktor diskon tarif listrik saja, tetapi mencerminkan tren ekonomi yang telah berlangsung dalam periode yang panjang. Ia juga menyoroti bahwa deflasi menjelang Ramadan adalah fenomena tidak lazim mengingat tingkat konsumsi masyarakat biasanya tinggi.

Sejarah deflasi di Amerika Serikat juga menggambarkan beberapa periode deflasi dramatis, seperti selama Depresi Besar pada tahun 1930-an dan Resesi Besar pada tahun 2007-2009. Resesi Besar didefinisikan sebagai penurunan tajam dalam aktivitas ekonomi yang terjadi secara global, dan merupakan penurunan paling signifikan sejak Depresi Besar. Dengan kondisi ini, fenomena deflasi di Indonesia perlu dipantau lebih lanjut untuk memastikan dampak terhadap daya beli masyarakat secara keseluruhan.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer