Wednesday, August 12, 2026
HomeLenggang JakartaJakarta Mencatat Deflasi 0.15% di Bulan Juli 2026

Jakarta Mencatat Deflasi 0.15% di Bulan Juli 2026

- Advertisement -
- Advertisement -






Deflasi <a href="https://beritatambang.com/2026/08/12/upaya-dki-jakarta-2026-untuk-tekan-polusi-udara/">Jakarta</a> 0,15 Persen pada Juli 2026

DKI Jakarta Alami Deflasi 0,15 Persen pada Juli 2026

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mengumumkan bahwa DKI Jakarta mengalami deflasi sebesar 0,15 persen pada bulan Juli 2026. Deflasi ini didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil sebesar 0,21 persen.

Komoditas Penyebab Deflasi

Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, menyebutkan bahwa cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit adalah komoditas yang paling berkontribusi terhadap deflasi. Masing-masing komoditas memberikan andil deflasi sebesar 0,07 persen, 0,06 persen, dan 0,03 persen. Selain itu, telur ayam ras, daging ayam ras, jeruk, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, dan tomat juga turut menyumbang deflasi.

Komoditas Pengaruh Terbesar

Di sisi lain, emas perhiasan merupakan komoditas yang paling dominan dalam memberikan andil deflasi pada bulan Juli 2026. Selain emas perhiasan, tarif angkutan udara, cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit juga ikut serta dalam menurunkan inflasi.

Penurunan harga emas perhiasan juga telah terjadi secara berturut-turut dalam empat bulan terakhir. Menurut Kadarmanto, penurunan harga emas perhiasan sejalan dengan pergerakan harga emas secara global. Harga emas perhiasan pada bulan Juli rata-rata mencapai Rp1.717.620 per kg, turun dari harga tertinggi pada bulan Maret yaitu Rp1.942.052,72.

Selain DKI Jakarta, secara nasional juga mengalami deflasi bulanan sebesar 0,14 persen pada bulan Juli 2026. Ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan deflasi tidak hanya terbatas di tingkat daerah, tetapi juga berdampak secara nasional.

Copyright © ANTARA 2026


Source link

Berita Terkait

Berita Populer