Pada hari ini, IHSG diprediksi akan bergerak variatif dengan kisaran antara 6.500 hingga 6.650 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada pembukaan perdagangan, IHSG menguat 28,09 poin atau 0,43 persen menjadi 6.573,94, sementara Indeks LQ45 naik 4,46 poin atau 0,61 persen ke 736,49. Menurut Ratih Mustikoningsih dari Ajaib Sekuritas, IHSG diperkirakan akan berkisar antara 6.500 hingga 6.650. Di sisi domestik, ekonomi Indonesia masih terpengaruh oleh penurunan daya beli masyarakat. Pada bulan Februari 2025, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun menjadi 126,4 dari 127,2 bulan sebelumnya. Meski demikian, penjualan mobil nasional mengalami kenaikan baik secara tahunan maupun bulanan. Sementara itu, di pasar global, pergerakan tarif dari AS terhadap mitra dagang utama menimbulkan ketidakpastian ekonomi global. Data inflasi konsumen yang akan dirilis diharapkan memberikan gambaran tentang upaya pengendalian inflasi. Pasar saham Eropa dan AS pun mengalami penurunan karena kekhawatiran terhadap kebijakan perdagangan dan tarif yang diberlakukan oleh AS. Di Asia, indeks Nikkei menguat, sementara indeks Kuala Lumpur melemah. Selain itu, koreksi Bitcoin menjadi sorotan investor. Dalam menghadapi dinamika pasar global, IHSG diharapkan dapat tetap stabil.


