Saturday, May 16, 2026
HomeLenggang JakartaIktikaf di Al-Azhar: Tradisi Turun Temurun Pilihan Jamaah

Iktikaf di Al-Azhar: Tradisi Turun Temurun Pilihan Jamaah

- Advertisement -
- Advertisement -

Pengelola Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, mengungkapkan alasan di balik banyaknya jamaah yang memilih untuk iktikaf selama bulan Ramadhan di masjid tersebut. Menurut Kepala Kantor Masjid Agung Al-Azhar Tatang Komara, tradisi turun temurun dari keluarga menjadi faktor utama dalam keputusan jamaah untuk berdiam diri di masjid tersebut. Setiap harinya, sekitar 5-10 orang melakukan iktikaf sejak awal bulan Ramadhan, bahkan ada seorang pria yang sudah 35 kali melaksanakan buka puasa di Masjid Agung Al-Azhar. Mereka berasal dari berbagai daerah di luar Jakarta, seperti Lampung dan Aceh, yang sengaja datang ke masjid tersebut untuk iktikaf.

Tatang memprediksi bahwa pada 10 hari terakhir Ramadhan, jumlah jamaah di masjid akan semakin meningkat karena banyak orang yang melakukan iktikaf. Namun, terkait fasilitas menginap, pihak pengelola masih terkendala oleh kurangnya lahan di Jakarta. Selain itu, pengelola juga mencatat adanya penurunan jumlah jamaah pada Ramadhan 1446 Hijriah atau 2025 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meskipun tahun sebelumnya mencatat jumlah jamaah antara 1.400 hingga 2.000 orang per hari, namun tahun ini hanya sebanyak 1.500 jamaah.

Pengelola Masjid Agung Al-Azhar juga memberikan 700 takjil per hari kepada para jamaah selama bulan Ramadhan 1446 Hijriah, berupa kotak berisi kue, kurma, minuman, dan teh panas. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada jamaah yang beribadah di masjid selama bulan suci Ramadhan. Semua ini menunjukkan komitmen pengelola untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah selama bulan Ramadhan.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer