Rating kredit Indonesia yang diumumkan oleh Fitch bertahan di level ‘BBB’ dengan outlook stabil. Namun demikian, Fitch menyatakan adanya ketidakpastian dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), terutama dalam jangka menengah. Pelemahan nilai tukar rupiah diyakini dipengaruhi oleh hasil peringkat dari Fitch. Proyeksi Fitch menunjukkan defisit fiskal akan sedikit meluas menjadi 2,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) tahun ini. Tantangan pertumbuhan juga dihadapi Indonesia pada tahun 2026 akibat faktor eksternal, seperti penurunan permintaan impor dari China dan kebijakan tarif tinggi AS. Pembentukan dana kekayaan negara Danantara juga mendapat sorotan dari Fitch, dengan peringatan mengenai potensi risiko kewajiban kontijensi. Di sisi lain, kurs rupiah terdepresiasi karena sentimen ketidakpastian perang dagang AS yang terus berlanjut. Pergerakan rupiah pada hari berikutnya diprediksi akan dipengaruhi oleh data inflasi AS. Berita ini dipersembahkan oleh ANTARA tanpa merubah isi berita yang sebenarnya.


