Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada Rabu sore karena pasar merespons positif proyeksi ekonomi Indonesia dari Fitch Ratings. IHSG berhasil menguat 119,20 poin atau 1,82 persen menjadi 6.665,05, sementara indeks LQ45 naik 15,90 poin atau 2,17 persen ke posisi 747,93. Menurut Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen oleh Fitch Ratings, meskipun di bawah target APBN 2025, tetap lebih baik dari negara kategori BBB.
Di Asia, kebanyakan pasar saham juga mengalami penguatan hari ini. Hal ini disebabkan oleh respon positif para investor terhadap gencatan senjata 30 hari antara Ukraina dan Rusia selama pembicaraan dengan AS. Namun, ketidakpastian seputar kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump dan keprihatinan akan resesi di ekonomi terbesar dunia masih menjadi faktor yang diperhitungkan. Para pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi AS yang diperkirakan akan turun, yang kemungkinan akan mempengaruhi keputusan pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini.
IHSG dibuka melemah namun berhasil kembali ke zona positif hingga penutupan perdagangan. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sektor teknologi menjadi yang paling menguat diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan non primer. Sementara sektor properti, kesehatan, dan industri mengalami penurunan. Saham-saham seperti MINE, RELI, TEBE, RONY, dan LABA mengalami penguatan, sementara LIVE, DATA, ITMA, MINA, dan BKSL mengalami pelemahan terbesar.
Pada sore hari, bursa saham regional Asia juga menunjukkan pergerakan yang beragam. Nikkei menguat sedikit, sementara Shanghai, Kuala Lumpur, dan Straits Times cenderung melemah. Jumlah frekuensi perdagangan saham di BEI mencapai 1.113.000 kali transaksi dengan 18,24 miliar lembar saham senilai Rp9,85 triliun yang diperdagangkan. Dari 301 saham naik, 317 saham turun, dan 339 saham stagnan. Copyright © ANTARA 2025.


