PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) telah sukses mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia dengan mengumpulkan dana sebesar Rp2,04 triliun. Perusahaan berencana menggunakan dana tersebut untuk membangun pabrik baru di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan memperluas bisnisnya baik secara internasional maupun domestik. Direktur Utama YUPI, Yohanes Teja, optimis bahwa dengan strategi ekspansi yang tepat, YUPI akan semakin dikenal di pasar global serta tetap sebagai pemimpin pasar di dalam negeri.
Dalam proses IPO, YUPI melepas 854,44 juta saham atau setara dengan 10 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor setelah IPO. Harga IPO ditetapkan sebesar Rp2.390 per lembar saham, yang menghasilkan pendapatan sebesar Rp2,04 triliun. YUPI bekerja sama dengan CIMB Niaga Sekuritas dan Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek, dan OCBC Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi efek.
Sebagian besar dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan untuk pembangunan pabrik baru di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sementara sisanya akan dialokasikan untuk ekspansi bisnis ke pasar internasional dan domestik. Yohanes menjelaskan bahwa YUPI telah merencanakan pertumbuhan bisnisnya dengan fokus meningkatkan pangsa pasar domestik serta ekspansi ke pasar internasional. Laba YUPI telah mengalami peningkatan sebesar 10 persen year on year (yoy) menjadi Rp484 miliar pada September 2024, dengan pendapatan yang juga meningkat rata-rata 16,3 persen (yoy) dalam tiga tahun terakhir.
Dengan capaian tersebut, YUPI optimis dapat terus berkembang dan memperkuat posisinya sebagai pemain terkemuka di industri tersebut. Kesuksesan IPO YUPI menunjukkan kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis yang cerah dan pertumbuhan yang stabil perusahaan ini.








