Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah mengambil langkah untuk membentuk program bersama di kalangan instansi Kementerian Keuangan guna meningkatkan penerimaan negara pada tahun anggaran 2025. Program tersebut melibatkan beberapa direktorat di dalam Kementerian Keuangan, termasuk Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Sekretariat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal, Direktorat Jenderal Anggaran, Inspektorat Jenderal, dan Lembaga National Single Window.
Langkah ini diambil sesuai dengan amanat Presiden Prabowo Subianto yang menekankan perlunya peningkatan rasio perpajakan di Indonesia. Program bersama untuk optimalisasi penerimaan negara tahun 2025 tersebut dimulai sejak sekarang. Tim yang terlibat diharapkan dapat bekerja sama untuk menerjemahkan amanat Presiden ke dalam langkah-langkah konkret yang akan meningkatkan penerimaan negara dan membangun fondasi fiskal yang kuat.
Melalui akun Instagram pribadinya, Sri Mulyani mengungkapkan harapannya agar sinergi yang terbangun dalam program ini dapat menjadi penyelesaian terhadap berbagai tantangan zaman. Di samping itu, rencana ini juga diharapkan dapat memperkuat kinerja penerimaan negara secara keseluruhan.
Sampai dengan 28 Februari 2025, realisasi penerimaan negara baru mencapai Rp316,9 triliun atau sekitar 10,5 persen dari target APBN 2025. Meskipun terjadi penurunan dalam realisasi penerimaan pajak jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, Sri Mulyani optimis bahwa kinerja ini akan terus membaik ke depannya.
Di tengah berbagai kendala dan tantangan, Menteri Keuangan terus mengawal dan mengoptimalkan penerimaan negara melalui upaya sinergis bersama instansi terkait. Diharapkan, langkah-langkah yang diambil akan membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia dan menciptakan fondasi fiskal yang berkelanjutan.








