Sunday, December 14, 2025
HomeFinansialRespons Negatif Terhadap Tarif Resiprokal AS Memengaruhi Penurunan Nilai Rupiah

Respons Negatif Terhadap Tarif Resiprokal AS Memengaruhi Penurunan Nilai Rupiah

- Advertisement -
- Advertisement -

Pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh respons negatif dari negara-negara terhadap kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS), menurut pengamat pasar uang Ariston Tjendra. Sentimen negatif muncul setelah pengumuman kebijakan tarif oleh Presiden AS Donald Trump yang direspons negatif oleh negara-negara yang terkena dampak kenaikan tarif. Pasar khawatir akan dampak ekonomi global akibat perang dagang yang dipicu oleh kebijakan tarif resiprokal AS. Kondisi ini mendorong pelaku pasar untuk keluar dari aset berisiko dan beralih ke aset aman.

Pelemahan kurs rupiah juga dipengaruhi oleh data tenaga kerja nonfarm payrolls AS yang melebihi proyeksi. Sentimen negatif juga disebabkan oleh perang di beberapa wilayah yang mengalami peningkatan tensi, seperti perang di Timur Tengah antara Israel dan Yaman, serta perang di Ukraina antara Rusia dan Ukraina. Pada pembukaan perdagangan hari Senin, nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp16.904 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.653 per dolar AS.

Ariston Tjendra mengatakan bahwa pasar masih menunggu respons terhadap hasil negosiasi, dengan harapan bahwa Trump akan melunak yang dapat berdampak positif pada harga aset berisiko. Operasi moneter rupiah dan valas masih libur pada hari ini. Rupiah pada Senin pagi terjadi pelemahan yang cukup signifikan, namun masih perlu dilakukan pemantauan terhadap respons pasar selanjutnya.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer