Pada hari Selasa, IHSG BEI ditutup melemah dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan tarif impor AS. Dalam sesi penutupan, IHSG turun 514,48 poin atau 7,90 persen ke posisi 5.996,14, sementara LQ45 turun 66,74 poin atau 9,09 persen ke posisi 677,77. Keprihatinan pasar ini muncul akibat pengumuman kebijakan tarif impor baru AS pada Rabu (02/04), di mana Indonesia terkena tarif sebesar 32 persen. Kebijakan tersebut membuat pelaku pasar khawatir akan perlambatan ekonomi global serta dampaknya pada ekonomi dalam negeri.
Pasar menunggu hasil negosiasi dan sikap pemerintah terkait dengan tarif resiprokal AS, dimana Trump menyatakan keinginannya untuk terlibat dalam pembicaraan perdagangan dengan mitra utama. Meskipun demikian, ketegangan perdagangan antara AS dan China tetap tinggi setelah ancaman tarif tambahan Trump pada impor China. China pun berjanji akan melakukan pembalasan lebih lanjut dengan mengumumkan tarif sebesar 34 persen pada impor AS.
Di sesi perdagangan saham, IHSG melemah di zona negatif sepanjang hari dengan sektor barang baku turun paling dalam sebesar 11,12 persen. Namun, beberapa saham seperti SOSS, CTBN, NETV, IPAC, dan LINKJ mengalami kenaikan, sementara saham-saham seperti MTFN, PANI, INCO, AREA, dan RAJA mengalami pelemahan.
Total frekuensi perdagangan saham hari itu mencapai 1.423.900 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,33 miliar lembar senilai Rp20,97 triliun. Dari saham yang diperdagangkan, 33 naik, 710 turun, dan 215 stagnan. Selain itu, bursa saham di sejumlah negara Asia juga mengalami kenaikan pada sore itu.
Dalam menghadapi situasi ini, investor dan pelaku pasar diharapkan untuk memperhatikan perkembangan dinamika pasar internasional serta keputusan pemerintah terkait kebijakan tarif AS agar dapat mengambil langkah yang tepat dalam menjaga portofolio investasi mereka.








