Bank BTPN Syariah mengunci sejumlah keputusan penting dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025, termasuk persetujuan pembagian dividen tunai Rp34,5 per saham. Total dividen yang akan dibagikan mencapai Rp265,78 miliar, atau setara 25 persen dari laba bersih perseroan sepanjang 2024.
Dividen Jadi Cerminan Kinerja 2024
Direktur Kepatuhan dan Corporate Secretary BTPN Syariah, Arief Ismail, mengatakan pembagian dividen itu merupakan bentuk komitmen sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung langkah bank dalam melayani masyarakat inklusi. Bagi perseroan, keputusan ini tidak hanya soal pembagian keuntungan, tetapi juga penegasan bahwa kinerja bisnis tahun lalu berjalan solid.
Sepanjang 2024, BTPN Syariah membukukan laba bersih Rp1,06 triliun. Di saat yang sama, bank menyalurkan pembiayaan sebesar Rp10,2 triliun kepada masyarakat inklusi. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa model bisnis yang dijalankan perseroan tetap bertumpu pada pertumbuhan yang terukur dan fokus pada segmen yang menjadi basis utamanya.
Rasio Keuangan Tetap Kuat
Dari sisi kesehatan keuangan, BTPN Syariah mencatat Return on Asset (RoA) sebesar 6,3 persen dan rasio kecukupan modal atau CAR mencapai 53,2 persen. Angka ini menunjukkan ruang permodalan yang masih sangat kuat untuk menopang ekspansi maupun kebutuhan operasional bank ke depan.
Selain membahas dividen, RUPST juga menegaskan kembali arah perusahaan dalam memperkuat layanan kepada masyarakat inklusi. Bank terus mendorong pendampingan, pemberian insentif, serta apresiasi bagi nasabah yang dinilai menunjukkan perilaku unggul dalam menjalankan aktivitas keuangannya.
Dewan Pengawas Syariah Bertambah
Dalam agenda lain, pemegang saham menyetujui penambahan anggota Dewan Pengawas Syariah (DPS) menjadi tiga orang. Salah satu nama yang ditunjuk adalah H Cecep Maskanul Hakim. Keputusan ini menjadi bagian dari penguatan tata kelola dan kepatuhan syariah di tubuh perseroan.
Dengan sederet keputusan tersebut, RUPST BTPN Syariah tahun ini menandai dua hal sekaligus: pembagian hasil kepada pemegang saham dan penegasan kembali fokus bank pada layanan bagi masyarakat inklusi.
Source link


