Saturday, May 16, 2026
HomeFinansialRupiah Melemah setelah Pengumuman Terkait Tarif AS

Rupiah Melemah setelah Pengumuman Terkait Tarif AS

- Advertisement -
- Advertisement -

JakartaRupiah kembali tertekan setelah pasar merespons pengumuman terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal tarif impor. Menurut Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston, sentimen dari kebijakan itu langsung menekan aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah. Ia menyampaikan hal tersebut kepada ANTARA di Jakarta.

Tarif Baru AS Picu Tekanan ke Aset Berisiko

Washington disebut akan memberlakukan tarif 20–30 persen untuk barang-barang dari tujuh negara mulai 1 Agustus. Filipina, Brunei, dan Moldova masuk kelompok tarif 20–25 persen, sedangkan Sri Lanka, Irak, Aljazair, dan Libya akan dikenai tarif sekitar 30 persen. Jepang dan Korea Selatan juga tak luput dari kebijakan ini, dengan tarif 25 persen.

Trump turut mengumumkan tarif untuk sejumlah negara lain, termasuk Malaysia, Kazakhstan, Tunisia, Afrika Selatan, Bosnia dan Herzegovina, serta Indonesia. Di sisi lain, Serbia dan Bangladesh akan dikenai tarif 35 persen, sementara Kamboja, Thailand, Laos, dan Myanmar berada pada kisaran 36–40 persen.

Dolar AS Menguat, Rupiah Masih Rentan

Selain kabar tarif, pasar juga mencermati data klaim tunjangan pengangguran mingguan AS yang lebih baik dari perkiraan. Jumlah pengangguran yang menurun memberi dorongan tambahan bagi penguatan dolar AS, sehingga tekanan terhadap rupiah makin terasa.

Ariston menilai rupiah masih bergerak dalam fase konsolidasi terhadap dolar AS, namun peluang pelemahan belum tertutup. Menurut dia, rupiah masih berisiko kembali menuju level Rp16.300, dengan support di kisaran Rp16.200.

Pembukaan Perdagangan Jumat Pagi

Pada pembukaan perdagangan Jumat pagi di Jakarta, rupiah tercatat melemah 4 poin atau 0,2 persen menjadi Rp16.228 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp16.224 per dolar AS. Pergerakan ini menunjukkan bahwa sentimen dari kebijakan tarif AS masih menjadi faktor utama yang membayangi pasar valas domestik.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer