Wednesday, May 20, 2026
HomeBursaTransaksi Investor Saham Syariah Capai Rp3,3 Triliun Juni 2025

Transaksi Investor Saham Syariah Capai Rp3,3 Triliun Juni 2025

- Advertisement -
- Advertisement -

Pasar modal syariah Indonesia kembali mencatat sinyal yang kuat pada pertengahan 2025. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan, nilai transaksi investor saham syariah telah menembus Rp3,3 triliun per Juni 2025. Angka ini bukan hanya tinggi, tetapi juga sudah melampaui total transaksi sepanjang 2024, menegaskan bahwa partisipasi investor syariah di bursa semakin aktif dan tidak lagi bisa dipandang sebagai pasar pelengkap.

Transaksi Menyalip Capaian Sepanjang 2024

BEI menyebutkan, transaksi tersebut didorong oleh 16.369 investor syariah aktif yang berkontribusi langsung di pasar saham. Dari sisi jumlah, total investor syariah memang jauh lebih besar, yakni 185.766 investor, namun hanya sebagian yang benar-benar aktif bertransaksi. Rasio keaktifan itu tercatat sebesar 12,8 persen, menunjukkan masih ada ruang besar untuk peningkatan partisipasi di segmen ini.

Volume dan Kapitalisasi Sama-Sama Menguat

Selain nilai transaksi, aktivitas perdagangan investor syariah juga terlihat dari volume yang mencapai 7,3 miliar transaksi per Juni 2025, dengan frekuensi transaksi sebanyak 972.000 kali. Di sisi lain, kapitalisasi saham syariah turut menegaskan bobotnya di pasar. Total kapitalisasi saham syariah mencapai Rp8.158 triliun, atau setara 62 persen dari keseluruhan kapitalisasi pasar saham Indonesia.

Porsi Saham Syariah Semakin Luas di Berbagai Sektor

Hingga Juni 2025, jumlah saham syariah yang tercatat di BEI mencapai 657 saham, atau sekitar 69 persen dari total saham yang diperdagangkan di bursa. Komposisi ini memperlihatkan bahwa saham syariah tidak lagi terkonsentrasi di satu dua sektor saja. Sektor barang konsumen non-primer menjadi yang terbesar dengan pangsa 17 persen, disusul barang konsumen primer, barang baku, energi, dan properti.

Pangsa saham syariah juga tersebar di sektor perindustrian, infrastruktur, teknologi, transportasi dan logistik, kesehatan, hingga keuangan. Sebaran yang makin merata ini memperlihatkan bahwa pasar modal syariah Indonesia terus bergerak menjadi bagian penting dari ekosistem investasi nasional, bukan sekadar niche market.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer