Wednesday, May 20, 2026
HomeBursaIHSG Menguat Berkat Kesepakatan Positif AS-Uni Eropa

IHSG Menguat Berkat Kesepakatan Positif AS-Uni Eropa

- Advertisement -
- Advertisement -

IHSG Ditopang Sentimen Dagang AS-Uni Eropa, Pasar Cermati Langkah The Fed

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan Senin dengan nada optimistis. Penguatan ini terutama ditopang respons positif pelaku pasar terhadap kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE), yang meredakan kekhawatiran pasar atas eskalasi perang tarif. IHSG naik 71,27 poin atau 0,94 persen ke level 7.614,77, sementara indeks LQ45 bertambah 8,71 poin atau 1,10 persen menjadi 803,22.

Kesepakatan Tarif Jadi Penyangga Sentimen Pasar

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG dan bursa regional Asia tidak lepas dari reaksi pasar terhadap kesepakatan AS-UE. Dalam kesepakatan itu, tarif 15 persen diberlakukan untuk sebagian besar barang dari Eropa, jauh di bawah ancaman tarif 30 persen yang sebelumnya sempat dilontarkan AS. Bagi investor, perkembangan ini dipandang sebagai sinyal bahwa ketegangan dagang masih bisa dikelola lewat jalur negosiasi.

Pasar juga mulai menaruh perhatian pada perundingan dagang AS dan China yang dijadwalkan berlangsung di Stockholm, Swedia. Harapan akan adanya kelanjutan gencatan senjata dagang membuat pelaku pasar cenderung mengambil posisi lebih agresif pada aset berisiko.

Fokus Beralih ke The Fed dan Data Emiten

Di tengah sentimen eksternal yang membaik, pasar global kini juga menunggu keputusan rapat bank sentral AS, The Federal Reserve. Konsensus pasar memperkirakan suku bunga acuan tetap bertahan di kisaran 4,25-4,5 persen. Sementara itu, Menteri Keuangan AS menyatakan optimisme bahwa gencatan senjata perdagangan saat ini bisa diperpanjang, meski pembahasan tidak hanya berhenti pada tarif, tetapi juga mencakup isu lain seperti pembelian energi China dari Rusia dan Iran.

Dari dalam negeri, IHSG masih mendapat dukungan dari membaiknya kesepakatan tarif dagang dengan AS, rilis kinerja emiten semester I-2025, serta mendekati rebalancing indeks LQ45 pada awal Agustus. Sepanjang sesi, indeks bergerak konsisten di zona hijau dan ditopang oleh 10 sektor yang menguat. Sektor keuangan menjadi penopang utama, sedangkan sektor kesehatan justru melemah tipis 0,08 persen.

Saham Aktif Bergerak dan Aktivitas Perdagangan Tinggi

Di jajaran saham, AMIN, BUVA, SOLA, CLAY, dan SMMT mencatat kenaikan terbesar. Adapun FUJI, RGAS, MERI, NICL, dan PANR berada di daftar saham yang tertekan. Aktivitas perdagangan juga terbilang ramai, dengan frekuensi transaksi mencapai 1.605.732 kali dan nilai saham yang berpindah tangan sebesar Rp16,94 triliun.

Pergerakan di bursa Asia berlangsung tidak seragam. Nikkei dan Hang Seng sama-sama melemah, Straits Times ikut terkoreksi, sementara Shanghai justru bergerak menguat. Pola ini menunjukkan bahwa pasar kawasan masih membaca perkembangan global dengan cara yang berbeda-beda, meski sentimen dari kesepakatan dagang AS-Uni Eropa memberi dorongan yang cukup jelas bagi pasar Indonesia.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer