Wednesday, July 22, 2026
HomeBisnisSensus Ekonomi Jabar: Data 5,54 Juta Pelaku Usaha

Sensus Ekonomi Jabar: Data 5,54 Juta Pelaku Usaha

- Advertisement -
- Advertisement -

Sensus Ekonomi di Jawa Barat: Mendata Jutaan Pelaku Usaha dan Keluarga

Wakil Ketua Badan Pusat Statistik, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menyampaikan target sensus ekonomi di Jawa Barat yang ambisius, yakni minimal mendata 5,54 juta pelaku usaha dan sekitar 17,7 juta keluarga. Jumlah yang mencengangkan ini menuntut kerja keras dalam pelaksanaan sensus ekonomi tahun ini.

Jumlah Petugas dan Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

Untuk mencapai target yang besar tersebut, BPS mengerahkan sebanyak 40.573 petugas yang akan melakukan sensus dengan metode “door to door”. Selain itu, pegawai organik BPS juga turut diterjunkan untuk mendukung kegiatan sensus ekonomi di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Barat. Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, memberikan dukungan penuh untuk kegiatan sensus ini, bahkan mengembangkan aplikasi khusus bernama ‘Jabar Eco Tech’ yang hanya ada di Jawa Barat.

Aplikasi ini memungkinkan petugas untuk melakukan eco tagging pada tempat usaha yang akan membantu dalam pencatatan data secara akurat. Gubernur juga mengundang berbagai pihak terkait untuk menandatangani komitmen demi kelancaran sensus ekonomi di daerah tersebut.

Petugas Masuk ke Rumah-rumah untuk Mendata Usaha

Sonny menekankan pentingnya petugas melakukan pendataan di rumah-rumah, mengingat banyak usaha yang tidak memiliki plang usaha. Hal ini juga untuk mengidentifikasi perkembangan usaha digital yang semakin berkembang di masyarakat. Gubernur Dedi Mulyadi juga menyuarakan pentingnya kegiatan sensus ekonomi dalam membantu pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan yang tepat.

Sebagai rekomendasi, Dedi menyarankan agar sensus ekonomi dilakukan setiap tahun di Jawa Barat, sementara sensus penduduk bisa dilakukan setahun sekali atau setahun dua kali. Dukungan penuh dari pemerintah daerah serta peran aktif masyarakat diharapkan dapat memastikan kelancaran sensus ekonomi ini.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer