Wednesday, July 22, 2026
HomeEkonomiPindah Pabrik ke Vietnam Ancam Pekerja - Okezone Economy

Pindah Pabrik ke Vietnam Ancam Pekerja – Okezone Economy

- Advertisement -
- Advertisement -




<a href="https://beritatambang.com/2026/07/19/angka-phk-meningkat-32-389-buruh-terkena-dampak-data-jan-jun-2026/">PHK</a> Ribuan Karyawan Pabrik di Jawa Timur Terancam

Potensi PHK Ribuan Karyawan Pabrik di Jawa Timur

Presiden Partai Buruh dan Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan adanya potensi PHK ribuan karyawan dari pabrikan di Jawa Timur. Kedua pabrik yang dimaksud merupakan produsen komponen otomotif yang berlokasi di Pasuruan dan Mojokerto. Potensi PHK ini muncul karena rencana perpindahan basis produksi ke Vietnam.

Situasi Perpindahan Produksi dan Negosiasi

Menurut Said Iqbal, informasi awal menunjukkan situasi perang yang berkepanjangan mendorong prinsipal dari Jepang untuk memindahkan investasinya ke negara lain, dengan fokus pada pengembangan mobil listrik di Vietnam. Saat ini, pemerintah sedang melakukan negosiasi dengan kedua perusahaan tersebut untuk mencegah pindahnya produksi ke Vietnam.

“Serikat pekerja akan berupaya bernegosiasi dengan perusahaan agar tidak melakukan perpindahan produksi ke Vietnam. Saya juga akan berkomunikasi dengan DPR dan Presiden untuk mendukung kebijakan yang memihak pada pengembangan industri mobil listrik di Indonesia,” ungkap Said Iqbal.

Dampak Perang Berkepanjangan

Hasil kunjungan lapangan di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta menunjukkan adanya dampak nyata dari perang yang berkepanjangan. Ketidakpastian ekonomi global, potensi perlambatan ekonomi, dan terganggunya rantai pasok industri adalah beberapa dampak yang teramati.

Saat ini, langkah-langkah konkret sedang dipersiapkan untuk mengatasi potensi PHK ribuan karyawan yang mengancam dari pabrikan di Jawa Timur ini. Diharapkan upaya negosiasi dan dukungan kebijakan yang tepat dapat menjaga keberlangsungan industri otomotif di Indonesia.

Sumber: economy.okezone.com


Source link

Berita Terkait

Berita Populer