IHSG Menguat dan ke Manakah Arahnya?
Jakarta – Hari ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) bursa efek Indonesia (BEI) dibuka melemah sebesar 19,34 poin atau 0,33 persen ke posisi 5.801,45. Pelaku pasar masih menunjukkan sikap wait and see terhadap sentimen positif baik dari tingkat global maupun domestik. Namun, di tengah ketidakpastian ini, IHSG masih memiliki potensi untuk menguji resistance tertentu jika rebound terjadi.
Sentimen Pasar Dari Dalam dan Luar Negeri
Dari mancanegara, fokus investor kembali pada sektor teknologi setelah mengalami koreksi tajam pekan lalu. Meskipun begitu, investor tetap berhati-hati menghadapi rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan pada Kamis ini. Pasar global juga terpantau sedikit mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kemungkinan pertemuan diplomatik dengan Iran di Doha, Qatar.
Sementara itu, dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan data PMI Manufaktur Indonesia, data inflasi Juni, serta data neraca perdagangan. Selain itu, pemerintah terus melakukan sejumlah langkah untuk memperkuat fundamental ekonomi, salah satunya dengan mengembalikan dana Saldo Anggaran Lebih sebesar Rp110 triliun.
Kondisi Bursa Saham Regional
Pada perdagangan sebelumnya, bursa saham Eropa dan Wall Street memiliki performa yang berbeda. Euro Stoxx 50 dan indeks Dow Jones Industrial Average mengalami kenaikan, sementara indeks FTSE 100 Inggris, DAX Jerman, dan CAC 40 Prancis melemah. Di sisi lain, bursa saham Asia pagi ini, seperti indeks Nikkei yang menguat dan indeks Hang Seng yang melemah.
Kombinasi antara arus modal asing yang masuk, penguatan likuiditas perbankan, serta dukungan pemerintah terhadap investasi dan ekspor diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi stabilitas rupiah, pasar obligasi, dan sektor perbankan. Keseluruhan, IHSG masih berpotensi bervariasi tergantung pada perkembangan sentimen baik dari domestik maupun global.


