Tuesday, July 21, 2026
HomeBeritaHarga Minyak Dorong Defisit Neraca, Purbaya Cegah Inflasi

Harga Minyak Dorong Defisit Neraca, Purbaya Cegah Inflasi

- Advertisement -
- Advertisement -

Defisit Neraca Perdagangan Akibat Kenaikan Harga Minyak

Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, defisit neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 terutama dipicu oleh membengkaknya defisit sektor minyak dan gas (migas) akibat kenaikan harga minyak dunia. Hal ini disebabkan Indonesia masih bergantung pada impor migas, sehingga lonjakan harga minyak dunia secara langsung memperlebar defisit neraca perdagangan.

Purbaya menjelaskan bahwa meskipun terjadi defisit, stabilitas inflasi tidak terganggu karena inflasi inti (core inflation) masih berada pada level yang terkendali. Surplus nonmigas sebesar US$16,31 miliar sepanjang Januari-Mei 2026 mampu menutup sebagian defisit migas sekitar US$12,28 miliar, menjadikan neraca perdagangan secara keseluruhan tetap mencatat surplus sebesar US$4,03 miliar.

Prospek Penurunan Harga Minyak dan Dampaknya

Purbaya optimistis bahwa tekanan terhadap neraca perdagangan dan inflasi akan mereda seiring penurunan harga minyak dunia. Penyesuaian harga bahan bakar juga diprediksi akan berlangsung secara bertahap, mengurangi tekanan dari komponen harga yang bergejolak. Hal ini diharapkan dapat menurunkan inflasi yang sebagian besar disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia.

Menkeu juga menyoroti pentingnya menjaga disiplin fiskal di tengah berbagai tekanan ekonomi global. Selain memperhatikan besaran defisit anggaran, pemerintah perlu memastikan pengelolaan fiskal tetap sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Disiplin fiskal sangat penting untuk menjaga kestabilan ekonomi di tengah gelombang ketidakpastian global.

Dengan kondisi ekonomi yang terus berfluktuasi, Indonesia perlu tetap waspada dan sigap menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul. Upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor migas dan menjaga keseimbangan neraca perdagangan tetap menjadi fokus utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer