Friday, July 10, 2026
HomeFinansialBI-TNI AL Penuhi Kebutuhan Uang Rupiah di Wilayah 3T Kepri

BI-TNI AL Penuhi Kebutuhan Uang Rupiah di Wilayah 3T Kepri

- Advertisement -
- Advertisement -

Bank Indonesia dan TNI AL Gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Kepri

Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut (TNI AL) telah melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 dengan pengedaran uang sebesar Rp14 miliar di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Meningkat dari Tahun Sebelumnya

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (KPw BI Kepri), Rony Widijarto, menyebut bahwa kegiatan ini adalah hasil kerjasama antara BI dan TNI AL untuk menjaga kedaulatan negara dengan menyediakan uang rupiah di wilayah 3T. Lebih lanjut, Rony mengungkapkan bahwa pengedaran uang kali ini meningkat menjadi Rp14 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp13 miliar.

Ekspedisi yang dilaksanakan pada 2-8 Juli 2026 ini melibatkan lima pulau di Kepulauan Riau, yaitu Pulau Tarempa di Kabupaten Kepulauan Anambas, Pulau Midai dan Pulau Subi Besar di Kabupaten Natuna, Pulau Tambelan di Kabupaten Bintan, serta Pulau Singkep di Kabupaten Lingga.

Sinergi antara BI dan TNI AL

Melalui ERB, masyarakat di pulau-pulau terluar dapat menukarkan uang lusuh dengan uang layak edar melalui layanan kas keliling. Rony juga menegaskan bahwa ERB memastikan kebutuhan uang rupiah masyarakat di wilayah 3T tetap terpenuhi, sehingga kualitas rupiah yang beredar selalu terjaga.

Lebih lanjut, Wakil Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV, Laksamana Pertama TNI Ketut Budiantara, mengatakan bahwa penggunaan kapal perang TNI AL dalam ekspedisi ini menunjukkan kehadiran negara di wilayah-wilayah terluar Indonesia. Hal ini sebagai bukti nyata bahwa negara hadir untuk melayani masyarakat.

Rupiah merupakan simbol kedaulatan negara, dan kehadiran uang layak edar di pulau-pulau terluar sangat penting agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap mata uang rupiah sebagai alat transaksi yang sah, kata Staf Ahli Gubernur Kepulauan Riau Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Andri Rizal.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer