Perempuan di Sorong Manfaatkan Pembuatan Terasi dari Kepala Udang untuk Ekonomi Lokal
Sebuah inisiatif baru mulai muncul di Distrik Inanwatan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, yang dapat membuka peluang ekonomi baru bagi kelompok perempuan setempat. Dengan mengolah kepala udang menjadi terasi, para perempuan di Kampung Isogo dan Kampung Mate berhasil meningkatkan nilai tambah hasil perikanan dan membantu memperkuat ekonomi rumah tangga mereka.
Memenuhi Kebutuhan Keluarga melalui Produksi Terasi
Salah satu warga setempat, Mama Siti Awakaere, mengungkapkan bahwa pendapatan dari penjualan terasi sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya yang sedang bersekolah di luar kampung. Dengan menghasilkan sekitar Rp300 ribu dari penjualan 15 kilogram terasi, Mama Siti dan rekan-rekannya di Kampung Isogo dapat memastikan kebutuhan keluarganya terpenuhi.
Di sisi lain, Kelompok perempuan di Kampung Mate juga turut meraih kesuksesan dalam produksi terasi. Hingga awal 2026, mereka telah menghasilkan lebih dari 50 kilogram terasi yang berhasil dipasarkan ke Kota Sorong dan beberapa perusahaan di sekitarnya. Hal ini membuktikan bahwa usaha pengolahan kepala udang menjadi terasi memiliki potensi yang menjanjikan di wilayah tersebut.
Mengurangi Limbah dan Meningkatkan Pendapatan
Dengan memanfaatkan limbah kepala udang yang sebelumnya tidak terpakai secara optimal, masyarakat setempat berhasil menciptakan produk bernilai ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan mereka. Pendampingan dari Yayasan EcoNusa tidak hanya memberikan pelatihan dalam teknik pengolahan hasil perikanan, tetapi juga memberikan pengetahuan tentang pengelolaan usaha dan keuangan yang berkelanjutan.
Pengembangan usaha ini akan menjadi salah satu contoh nyata dari pemberdayaan ekonomi masyarakat yang akan dibahas dalam Papeda Summit pada September 2026. Melalui forum ini, diharapkan berbagai pihak dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan serta penguatan ekonomi masyarakat adat di Tanah Papua.
Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan bahwa masyarakat pesisir di Distrik Inanwatan dapat terus mengembangkan potensi ekonomi lokal mereka melalui pengolahan hasil perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing.


