Wednesday, August 12, 2026
HomeBisnisTren Penjualan Ponsel Global Turun 6% Berkat Kenaikan Harga Komponen

Tren Penjualan Ponsel Global Turun 6% Berkat Kenaikan Harga Komponen

- Advertisement -
- Advertisement -

Penjualan Ponsel Pintar Global Turun 6 Persen di Kuartal II 2026

Jakarta (ANTARA) – Pasar ponsel pintar global pada kuartal II 2026 mengalami penurunan sebesar 6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini tertuang dalam data yang dirilis oleh lembaga analis industri teknologi Omdia yang mencatat penjualan ponsel pintar sebanyak 272 juta unit.

Tekanan Pasokan dan Biaya Komponen Tinggi

Omdia melaporkan bahwa penurunan penjualan ponsel pintar disebabkan oleh krisis pasokan memori dan kenaikan biaya komponen. Pasar ponsel pintar saat ini sedang lesu dan menghadapi tekanan tambahan akibat gangguan dalam rantai pasok yang diprediksi akan berlanjut hingga akhir 2026. Pengiriman ponsel pintar secara global juga terus menurun sejak akhir 2025.

Pengaruh Kenaikan Harga dan Penyederhanaan Portofolio

Merek-merek yang bermain di segmen harga terjangkau seperti Xiaomi dan Oppo mengalami dampak yang signifikan. Pengiriman ponsel pintar Xiaomi turun 26 persen sedangkan Oppo menurun 17 persen. Peningkatan harga di sejumlah pasar dan penyederhanaan portofolio produk juga turut memengaruhi penurunan tersebut. Omdia memperkirakan bahwa ponsel pintar kelas bawah akan mengalami kenaikan harga yang signifikan dalam waktu dekat.

Samsung, meskipun mengalami kenaikan tipis, mampu mencatatkan penjualan sebesar 60,5 juta unit pada kuartal II 2026 dengan pangsa pasarnya naik menjadi 22 persen. Di sisi lain, Apple menunjukkan kinerja terbaiknya dengan pengiriman sebanyak 55,1 juta unit atau naik 23 persen secara tahunan, sehingga pangsa pasar perusahaan juga meningkat menjadi 20 persen.

Omdia menyoroti bahwa produsen ponsel pintar yang mampu mengkombinasikan strategi penetapan harga, ketahanan rantai pasok, dan inovasi dalam strategi komersial berpotensi untuk mencatatkan kinerja lebih baik sepanjang sisa tahun 2026.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer