KSSK Prakirakan Pertumbuhan Ekonomi RI pada 2026 Capai 5,6 Persen
Dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK, Menteri Keuangan dan Ketua KSSK Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan prakiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 diperkirakan akan berada dalam kisaran 5,6-6,0 persen secara year on year. Meski terjadi perlambatan pada triwulan II 2026, namun tidak signifikan.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2026
KSSK memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 berada di bawah 5,6 persen, namun tidak terlalu jauh dari angka 5,4 persen. Faktor puncak ketidakpastian yang terjadi pada triwulan II 2026 termasuk perang Timur Tengah dan kenaikan harga minyak menjadi pertimbangan utama dalam proyeksi tersebut.
Stimulus dan Langkah Pemerintah
Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Purbaya juga menjelaskan bahwa pemerintah akan memberikan stimulus kepada perekonomian. Salah satu stimulus yang akan segera diumumkan adalah untuk mobil dan motor listrik. Selain itu, langkah-langkah lain seperti menjaga likuiditas sistem keuangan dan memastikan iklim investasi yang baik akan diterapkan.
Langkah lain yang diupayakan pemerintah antara lain memastikan belanja pemerintah tetap lancar, terutama di semester II 2026. Realisasi belanja negara hingga akhir triwulan II 2026 mencapai Rp1.656 triliun, dengan pertumbuhan 17,8 persen year on year.
Di sisi lain, realisasi pendapatan negara hingga akhir triwulan II 2026 mencapai Rp1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4 persen year on year. Realisasi belanja dipengaruhi oleh pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, penyaluran bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, dan pembayaran berbagai subsidi.
Realisasi kinerja penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga menunjukkan capaian yang positif sebesar Rp271,0 triliun atau tumbuh 21,6 persen year on year. Sementara itu, realisasi pembiayaan anggaran mencapai Rp452,0 triliun, dengan pertumbuhan 59,4 persen year on year.


