Kalsel Catat Nilai Ekspor Rp98,20 Triliun Selama Semester I 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan mencatat nilai ekspor di provinsi tersebut mencapai Rp98,20 triliun selama semester I 2026, meningkat 14,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Kepala BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif, mengungkapkan capaian tersebut didorong oleh kinerja ekspor pada Juni 2026 yang mencapai sekitar Rp18,86 triliun, naik 3,86 persen dibandingkan bulan Mei 2026 dan meningkat 44,47 persen dibandingkan Juni 2025.
Komoditas Utama dan Kontribusi Terbesar
Komoditas ekspor terbesar Kalimantan Selatan masih didominasi oleh kelompok bahan bakar mineral dengan nilai sekitar Rp15,61 triliun, yang memberikan kontribusi sebesar 82,73 persen terhadap total ekspor pada Juni 2026. Selain itu, komoditas utama lainnya meliputi lemak dan minyak hewani atau nabati, kayu, berbagai produk kimia, serta karet dan barang dari karet, yang secara kumulatif menyumbang 99,23 persen terhadap total ekspor provinsi tersebut.
Negara Tujuan Utama dan Pertumbuhannya
Dari sisi negara tujuan, China menjadi pasar ekspor terbesar bagi Kalimantan Selatan dengan nilai sekitar Rp7,53 triliun, disusul oleh Malaysia, Jepang, India, dan Filipina. Nilai ekspor ke China mengalami peningkatan sebesar 8,82 persen pada Juni 2026, sementara ekspor ke Malaysia dan Jepang tumbuh masing-masing 44,19 persen dan 50,07 persen. Meskipun demikian, ekspor ke India mengalami penurunan 28,81 persen, sedangkan ke Filipina mengalami kenaikan sebesar 2,11 persen.
Secara keseluruhan, nilai ekspor ke lima negara tujuan utama mencapai sekitar Rp14,24 triliun pada Juni 2026, meningkat 10,43 persen dibandingkan Mei 2026. Kelima negara tersebut memberikan kontribusi sebesar 75,46 persen terhadap total ekspor Kalimantan Selatan pada bulan tersebut.
Di sisi lain, nilai impor Kalimantan Selatan selama semester I 2026 mencapai Rp18,16 triliun, mengalami peningkatan sebesar 33,92 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.


