Bursa Saham Asia Terguncang dengan Pelemahan IHSG
Di tengah perkembangan di Timur Tengah, Bursa Saham Asia mengalami gejolak yang turut mempengaruhi pergerakan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada Kamis, IHSG ditutup melemah sebesar 7,43 poin atau 0,12 persen ke level 6.343,71. Hal ini sejalan dengan pelemahan bursa saham kawasan Asia yang juga terjadi pada hari yang sama.
Perkembangan di Timur Tengah Memengaruhi Sikap Pelaku Pasar
Mantan Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus atau akrab disapa Nico, menyampaikan bahwa bursa regional Asia merespons pelemahan ini sebagai dampak dari perkembangan di Timur Tengah. Keputusan Iran untuk menyetujui kesepakatan dengan Oman terkait rute pengiriman melalui Selat Hormuz menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah ihsg kedepan.
Di sisi lain, ketidakpastian terkait upaya membuka kembali Selat Hormuz, serta potensi gangguan pasca serangan di Laut Merah oleh kelompok pemberontak Houthi di Yaman, juga menjadi perhatian utama pelaku pasar. Hal ini menciptakan suasana hati-hati di pasar saham Asia dengan memantau perkembangan geopolitik di kawasan tersebut.
Sikap The Fed dan Data Tenaga Kerja AS
Selain faktor geopolitik global, pelaku pasar juga tengah memperhatikan sikap pejabat The Fed terkait kebijakan suku bunga maupun data ekonomi AS. Pernyataan dari pejabat The Fed yang menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga menjelang akhir tahun, serta data tenaga kerja AS yang melambat, ikut mempengaruhi sentimen pasar saham global.
Di samping itu, kondisi ekonomi di dalam negeri yang tumbuh 5,29 persen year on year (yoy) pada kuartal II 2026, meskipun di atas ekspektasi, belum mampu memberikan dorongan kuat bagi penguatan IHSG. Pelaku pasar masih cenderung selektif dalam memilih saham-saham yang diincar, dengan lebih banyak fokus pada saham spekulatif ketimbang saham berfundamental besar.
Dengan sentimen yang beragam dan kondisi pasar global yang fluktuatif, pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia diharapkan dapat menyesuaikan strategi investasi mereka untuk menghadapi gejolak pasar yang terus berlangsung.


