Tuesday, September 8, 2026
HomeBursaIHSG Melemah Mengikuti Bursa Saham Asia

IHSG Melemah Mengikuti Bursa Saham Asia

- Advertisement -
- Advertisement -







<a href="https://beritatambang.com/2026/09/05/ihsg-bei-melemah-seiring-profit-taking-akhir-pekan/">IHSG</a> Ditutup Melemah Mengikuti Pelemahan Bursa Asia

IHSG Ditutup Melemah Mengikuti Pelemahan Bursa Asia

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 24,02 poin atau 0,37 persen ke posisi 6.501,67. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,64 poin atau 0,41 persen ke posisi 641,95.

Situasi Bursa Saham Regional dan Dampaknya pada IHSG

Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, IHSG mengalami penurunan karena bursa regional Asia cenderung melemah seiring pelemahan futures saham Amerika Serikat (AS) menjelang konferensi pers Menteri Keuangan AS Scott Bessent terkait rencana sanksi tambahan terhadap Iran. Investor menantikan pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China untuk mencari sinyal kebijakan baru.

Kekhawatiran dalam Negeri

Dari dalam negeri, IHSG terpengaruh oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap defisit transaksi berjalan Indonesia yang melebar ke level tertinggi sepanjang sejarah. Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan pada kuartal II 2026 melebar menjadi 12,5 miliar dolar AS atau setara dengan 3,3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sektor barang baku dan industri menguat, sementara sektor kesehatan, properti, dan keuangan melemah secara signifikan. Saham-saham seperti PICO, ELIT, SAFE, EKAD, dan CENT mengalami penguatan harga, sementara saham MEJA, ICON, MPRO, SDMU, dan CBTN mengalami pelemahan.

Frekuensi perdagangan saham mencapai 2.171.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan senilai Rp14,26 triliun. Ada 276 saham yang naik, 384 saham yang turun, dan 303 saham yang stagnan.

Di regional Asia, indeks Nikkei, Shanghai, Hang Seng, Kospi, dan Strait Times turun masing-masing dalam rentang 0,15 hingga 3,12 persen.


Source link

Berita Terkait

Berita Populer