Thursday, August 13, 2026
HomeBisnisESDM: Pentingnya Menjaga Produksi Sektor Tambang Agar Tidak Berlebih

ESDM: Pentingnya Menjaga Produksi Sektor Tambang Agar Tidak Berlebih

- Advertisement -
- Advertisement -

Kementerian ESDM Tegaskan Pentingnya Mengendalikan Produksi Sektor Tambang untuk Menjaga Sumber Daya Alam

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa penurunan produksi di sektor pertambangan merupakan upaya untuk menjaga sumber daya alam dari eksploitasi berlebihan. Meskipun data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kontraksi produksi dalam sektor pertambangan, hal ini sejalan dengan kebijakan pengendalian kuota produksi untuk melindungi keberlanjutan sumber daya alam.

Perlambatan Produksi dan Penurunan Produksi Tembaga oleh PT Freeport Indonesia

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa penurunan produksi sebagian besar disebabkan oleh pembatasan produksi. Meskipun produksi secara kuantitas mengalami penurunan, namun secara nilai uang, harga komoditas tambang mengalami kenaikan. Hal ini dikarenakan naiknya harga komoditas yang mampu menutupi penurunan produksi.

Adapun terkait dengan produksi tembaga, PT Freeport Indonesia mengalami penurunan produksi setelah insiden longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave pada September 2025. Akibat insiden tersebut, produksi PT Freeport Indonesia turun drastis. Meski demikian, pada semester II-2026, diharapkan produksi tembaga akan meningkat menjadi 65 persen dari kapasitas normal.

Target Pemulihan Produksi Tembaga pada Semester II-2027

Pada semester I-2027, PT Freeport Indonesia menargetkan pemulihan produksi tembaga hingga mencapai 75 persen, dan menuju pemulihan penuh pada semester II-2027. Rencana ini menjadi langkah penting dalam mengembalikan tingkat produksi tembaga ke kondisi normal setelah terjadi insiden longsor yang memengaruhi produksi perusahaan.

Dengan pengendalian produksi dan langkah-langkah pemulihan produksi yang dijalankan oleh PT Freeport Indonesia, diharapkan sektor pertambangan dapat berkontribusi secara optimal tanpa merusak keberlanjutan sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer