Saturday, September 5, 2026
HomeFinansialNet inflow portofolio asing meningkat menjadi 1,8 miliar dolar AS

Net inflow portofolio asing meningkat menjadi 1,8 miliar dolar AS

- Advertisement -
- Advertisement -

BI Catat Aliran Investasi Portofolio Asing Capai 1,8 Miliar Dolar AS

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa aliran investasi portofolio asing pada triwulan III 2026 hingga 14 Agustus 2026 mengalami net inflow sebesar 1,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini disampaikan oleh Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring di Jakarta.

Sinergi Kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia

Perkembangan tersebut didorong oleh penerbitan global bond pemerintah serta aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). BI memandang kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu diperkuat untuk mendukung ketahanan eksternal secara keseluruhan. Periode Januari hingga Juni 2026 mencatat surplus 3,58 miliar dolar AS, meskipun Juni 2026 mencatat defisit 0,45 miliar dolar AS.

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 tetap stabil sebesar 145,3 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor. Hal ini juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Destry menyatakan bahwa nilai tukar rupiah menguat didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Pada 18 Agustus 2026, nilai tukar rupiah mencapai Rp17.855 per dolar AS, menguat 0,78 persen dibandingkan dengan akhir Juli 2026. BI terus mengoptimalkan instrumen moneter dan kebijakan insentif untuk menarik investasi portofolio asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.

Bank Indonesia juga memberikan insentif bagi swap jual lindung nilai dan DNDF jual lindung nilai untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing. Diharapkan nilai tukar rupiah tetap stabil ke depan dengan penguatan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer