BPOM Mewaspadai Bahaya Obat Abal-abal
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat terkait bahaya penggunaan obat abal-abal. BPOM menegaskan agar masyarakat tidak tergoda oleh klaim produk pelangsing yang menjanjikan hasil instan. Menurut BPOM, penanganan obesitas harus dilakukan secara ilmiah dan dengan konsultasi tenaga kesehatan karena obesitas merupakan penyakit kronis dengan penyebab kompleks.
Peringatan Terhadap Promosi Obat di Media Sosial
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menekankan agar masyarakat tidak mudah percaya pada promosi produk kesehatan, termasuk yang dilakukan oleh influencer di media sosial. Taruna mengingatkan bahwa klaim berlebihan atau overclaim seringkali menyertai promosi di media sosial. Oleh karena itu, informasi dari review tidak boleh menjadi satu-satunya dasar untuk menggunakan obat penurun berat badan.
Taruna juga menyarankan agar penggunaan obat penurun berat badan harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika sebuah obat memerlukan resep, maka penggunaannya harus didasarkan pada konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Pentingnya Cek KLIK Sebelum Membeli
Untuk menghindari produk ilegal atau bermasalah, BPOM mendorong masyarakat untuk melakukan Cek KLIK sebelum membeli obat atau produk kesehatan. Proses Cek KLIK meliputi pemeriksaan kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa produk. Kemasan harus dalam kondisi baik, label harus jelas, dan izin edar masih berlaku. Produk yang telah kedaluwarsa tidak boleh digunakan.
Taruna menegaskan pentingnya memastikan bahwa produk tersebut terdaftar di BPOM. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap barcode pada kemasan. Jika barcode mengarah ke laman yang tidak terkait dengan BPOM, maka produk tersebut patut dipertanyakan dan dapat dilaporkan.


