Wednesday, September 9, 2026
HomeEkonomiESDM Ungkap Biang Kerok Subsidi Energi 2027: Analisis Okezone Economy

ESDM Ungkap Biang Kerok Subsidi Energi 2027: Analisis Okezone Economy

- Advertisement -
- Advertisement -

Kenaikan Anggaran Subsidi Energi dalam RAPBN 2027

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan kenaikan anggaran subsidi energi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp272,9 triliun untuk subsidi energi pada tahun tersebut, meningkat 20,1 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Ahmad Erani Yustika, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, menyoroti beberapa faktor yang mempengaruhi besaran subsidi energi. Salah satunya adalah pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang juga memberikan dampak signifikan.

Faktor Penentu Besaran Subsidi Energi

Menurut Erani, selain nilai tukar, harga minyak dunia yang tercermin dalam Indonesia Crude Price (ICP) turut menjadi faktor kunci dalam menentukan subsidi energi. Sementara itu, kuota penyaluran energi bersubsidi dan variabel lainnya juga memiliki peran penting dalam penetapan anggaran subsidi.

Dalam RAPBN 2027, subsidi energi difokuskan pada tiga komoditas utama, yaitu bahan bakar minyak (BBM), LPG tabung 3 kilogram, dan listrik. Pemerintah mengalokasikan subsidi sebesar Rp28,7 triliun untuk BBM, Rp114,1 triliun untuk LPG 3 kg, dan Rp130,1 triliun untuk listrik.

Erani menegaskan bahwa angka subsidi energi yang tertera dalam RAPBN 2027 belum final dan masih dapat disesuaikan berdasarkan keadaan ekonomi dan kuota penyaluran energi bersubsidi di masa mendatang.

Sumber: Okezone

Source link

Berita Terkait

Berita Populer