Rupiah Menguat Usai Keputusan Bank Indonesia
Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat mencatat penguatan 54 poin atau 0,30 persen menjadi Rp17.694 per dolar AS dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp17.748 per dolar AS.
Kebijakan Bank Indonesia Mendukung Penguatan Rupiah
Menurut Muhammad Amru Syifa dari Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), penguatan rupiah didorong oleh keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen.
“Kebijakan tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi, sambil memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Amru di Jakarta.
Sementara itu, pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk arah dolar AS dan imbal hasil Treasury yang menjadi perhatian para investor.
Prospek Kebijakan Moneter AS Mempengaruhi Pergerakan Rupiah
Amru menambahkan bahwa tekanan dolar AS sempat terjadi setelah Pemerintah AS mengumumkan peningkatan pembelian kembali obligasi jangka panjang. Namun, imbal hasil Treasury yang meningkat kembali serta kekhawatiran mengenai inflasi dan kondisi fiskal AS membantu meredakan tekanan tersebut.
Selain itu, perbedaan pandangan di antara pejabat Federal Open Market Committee (FOMC) mengenai arah suku bunga juga turut mempengaruhi prospek kebijakan moneter AS yang masih menjadi sorotan pasar.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menguat di level Rp17.705 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.779 per dolar AS.
Dengan demikian, meskipun dalam kondisi global yang dinamis, penguatan rupiah tetap terjaga dengan adanya dukungan dari kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.


