IHSG Bergerak Menguat di Tengah Sentimen Pasar
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat mengalami kenaikan, mencerminkan aktivitas pelaku pasar yang terus memantau sentimen baik dari dalam negeri maupun global. IHSG membuka perdagangan dengan penguatan sebesar 22,48 poin atau 0,35 persen, berada di level 6.524,07. Sementara itu, Indeks LQ45 juga menguat 2,62 poin atau 0,41 persen ke posisi 641,36.
Sentimen Pasar dan Proyeksi Pergerakan IHSG
Dalam analisisnya, Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyampaikan bahwa IHSG berpotensi untuk menguji level 6.600 dan menutup gap hingga 6.700 jika mampu bertahan di atas level MA100. Namun, peringatan akan sentimen negatif eksternal tetap perlu diwaspadai, terutama menjelang akhir pekan. Di sisi domestik, BEI memiliki rencana restrukturisasi terkait harga saham minimum yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai.
Rencana Perubahan Aturan di BEI
BEI berencana mengubah batas minimum harga saham dari Rp50 menjadi Rp1 per saham. Selain itu, dua kriteria Papan Pemantauan Khusus juga akan dihapus, yakni terkait saham dengan harga rata-rata di bawah Rp51 dan likuiditas rendah dalam tiga bulan terakhir. Perubahan aturan juga mencakup penyesuaian klasifikasi batasan auto rejection, dimana saham dengan harga tertentu akan ditetapkan batas ARB dan ARA berbeda sesuai dengan rentang harganya.
BEI akan mencoba mengimplementasikan perubahan aturan tersebut bersama Anggota Bursa pada 22 dan 29 Agustus 2026, dengan target resmi penerapan mulai 7 September 2026.
Sumber: ANTARA


