Analisis terkait dengan sentimen domestik yang mempengaruhi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama seminggu terakhir telah diungkapkan oleh Hendra Wardana, seorang Analisis dan Founder dari Stocknow.id. Salah satu pemicu utama penurunan IHSG adalah penurunan peringkat saham MSCI Indonesia oleh Morgan Stanley dari ‘equal weight’ menjadi ‘underweight’. Morgan Stanley menilai bahwa ROE saham-saham di Indonesia melemah, dan pertumbuhan ekonomi stagnan, sehingga investor global beralih ke negara-negara ASEAN lain yang dianggap lebih prospektif. Selain itu, ketidakpastian terkait dengan BPI Danantara juga memperparah tekanan terhadap IHSG, dengan banyak investor yang masih meragukan efektivitas dan transparansi pengelolaannya.
Di tengah sentimen negatif yang mendominasi, Hendra menyarankan bahwa kondisi ini juga membuka peluang bagi investor yang bijak dalam mencari saham dengan fundamental yang kuat dan valuasi yang lebih murah. Meskipun demikian, investor disarankan untuk tetap selektif dalam memilih saham, menghindari kepanikan, dan fokus pada saham dengan prospek jangka panjang yang kuat. Dari sisi internasional, kekhawatiran pasar terhadap penerapan tarif oleh AS terhadap mitra dagangnya juga turut mempengaruhi pasar modal.
Data penutupan perdagangan menunjukkan bahwa IHSG melemah sebesar 3,31 persen ke posisi 6.270,60, dengan indeks LQ45 turun 3,80 persen ke posisi 703,63. Selama seminggu terakhir, IHSG terkoreksi sebesar 7,83 persen. Hal ini menjadi gambaran kondisi pasar saham dalam beberapa waktu terakhir, di mana investor perlu bijak dalam mengambil keputusan investasi.


