Sunday, March 15, 2026
HomeFinansialDampak Terbatas Kebijakan Tarif AS pada Pasar Modal RI

Dampak Terbatas Kebijakan Tarif AS pada Pasar Modal RI

- Advertisement -
- Advertisement -

Ekonom dan Praktisi Pasar Modal Hans Kwee mengungkapkan pandangannya terhadap kebijakan tarif impor yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Menurutnya, kebijakan ini cenderung memberikan sentimen yang terbatas yang berpotensi memengaruhi pasar modal Republik Indonesia (RI). Dia menyatakan bahwa dampaknya terhadap Indonesia relatif terbatas karena emiten yang beroperasi di dalam negeri tidak terlalu banyak bergantung pada ekspor-impor dengan Amerika Serikat.

Trump mengumumkan kebijakan tarif impor pada 2 April 2025 sebagai respon terhadap kenaikan tarif impor dari sejumlah negara mitra dagang. Hal ini menyebabkan gejolak di pasar keuangan global, terutama di bursa-bursa negara maju seperti AS, Jerman, dan Jepang. Meskipun demikian, dampak sentimen ini masih belum terlihat secara signifikan dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) karena BEI baru akan membuka perdagangan saham setelah libur Idul Fitri.

Hans menekankan bahwa Indonesia lebih bergantung pada ekonomi domestik dan konsumsi dalam negeri. Namun, dia juga mengingatkan bahwa perang tarif dapat terjadi jika negara lain memberlakukan balasan tarif terhadap AS, yang pada akhirnya dapat berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Di beberapa negara di Asia Pasifik, seperti Hong Kong, Shanghai, dan Korea Selatan, indeks saham juga mengalami penurunan setelah pengumuman kebijakan tarif oleh Trump.

Menurut Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto, kebijakan tarif ini akan berdampak signifikan terutama bagi negara-negara yang mencari investor asing. Namun, Indonesia, yang belum banyak menerima investasi asing di sektor riil, diproyeksikan tidak terlalu terpengaruh. Dalam situasi ketidakpastian seperti ini, investor disarankan untuk memiliki portofolio yang terdiversifikasi dan tidak terlalu terpengaruh oleh volatilitas pasar.

Sebelumnya, Trump telah mengumumkan kenaikan tarif impor untuk sejumlah negara, termasuk Indonesia. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan memberikan sikap resmi Pemerintah Indonesia terkait rencana penerapan tarif resiprokal oleh Amerika Serikat. Kesimpulan ini disampaikan setelah rapat terbatas antara Presiden Prabowo dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Kumulatif peningkatan tarif akan berlaku untuk sekitar 60 negara di seluruh dunia.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer