Sekolah Boarding Gratis Natuna Siap Dibangun, Pemerintah Pusat Tanggung Penuh Biaya Pendidikan
Pemerintah Kabupaten Natuna mulai mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat berkonsep boarding school yang digadang-gadang menjadi salah satu terobosan penting di bidang pendidikan daerah. Lokasinya telah ditetapkan di kompleks Masjid Agung Baitul Izza, Ranai, dengan target pembangunan dimulai pada 2025. Seluruh pembiayaan proyek ini disebut akan ditanggung pemerintah pusat, sehingga kehadirannya diharapkan benar-benar menjadi sekolah gratis bagi anak-anak Natuna.
Fasilitas Lengkap untuk Siswa dari Keluarga Kurang Mampu
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menyampaikan bahwa sekolah ini dirancang tidak hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga fasilitas penunjang yang membuat siswa bisa tinggal dan belajar di satu tempat. Konsep asrama tersebut diharapkan mampu membantu peserta didik yang selama ini terkendala biaya hidup maupun akses menuju sekolah. Dengan skema ini, pemerintah ingin membuka peluang pendidikan yang lebih merata, terutama bagi keluarga kurang mampu.
Keberadaan sekolah gratis berasrama ini juga dinilai sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan yang lebih inklusif di Natuna. Bukan sekadar menambah bangunan baru, proyek ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih stabil, teratur, dan mendukung siswa agar bisa fokus menempuh pendidikan tanpa beban biaya.
11 Hektare Lahan Sudah Disiapkan
Kepala Dinas Sosial Pemkab Natuna, Puryanti, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 11 hektare untuk pembangunan sekolah tersebut. Kesiapan lahan ini menjadi langkah awal penting sebelum proses pembangunan dimulai pada tahun depan. Pemerintah daerah pun menaruh harapan besar agar sekolah ini dapat segera beroperasi dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Harapan Baru bagi Akses Pendidikan di Natuna
Kehadiran Sekolah Rakyat boarding gratis ini dipandang bisa memperkecil kesenjangan akses pendidikan antara keluarga mampu dan tidak mampu di Natuna. Dengan biaya pendidikan, akomodasi, dan kebutuhan hidup siswa yang ditanggung pemerintah, sekolah ini berpotensi menjadi pintu masuk baru bagi anak-anak yang selama ini sulit menjangkau pendidikan berkualitas. Source link


