Rupiah Melemah 0,46 Persen di Level Rp18.049 per Dolar AS
Jakarta – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis sore ditutup melemah 0,46 persen menjadi Rp18.049 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.966 per dolar AS. Pelemahan ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang masih membebani pergerakan rupiah.
Sentimen Eksternal dan Domestik
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menilai bahwa pelemahan rupiah disebabkan oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari sisi eksternal, investor cenderung berhati-hati di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Washington mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon, namun ketegangan tetap terjadi akibat berbagai insiden di wilayah tersebut.
Di dalam negeri, kekhawatiran pasar juga meningkat terhadap dampak lonjakan harga minyak mentah terhadap fiskal dan sektor eksternal Indonesia. Harga minyak yang tinggi berpotensi mendorong defisit fiskal mendekati batas 3 persen dan menekan neraca eksternal. Selain itu, pasar juga mencermati kemungkinan intervensi pemerintah di sektor komoditas serta belum adanya kepastian terkait status klasifikasi pasar modal Indonesia oleh MSCI.
Prospek Perdagangan Rupiah
Ibrahim memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah pada perdagangan berikutnya masih akan bergerak fluktuatif, namun berpotensi ditutup melemah pada kisaran Rp18.050 – Rp18.120 per dolar AS. Pelaku pasar juga menantikan rilis data ketenagakerjaan AS, terutama laporan non-farm payrolls yang diumumkan pada Jumat.
Selain itu, pemeringkatan PT Danantara Investment Management oleh Moody’s Ratings juga menjadi faktor penentu sentimen pasar terkait kondisi ekonomi Indonesia. Peringkat Baa2 diberikan untuk program global medium-term note perusahaan tersebut dengan prospek negatif, menunjukkan tantangan yang perlu dihadapi oleh perusahaan dalam waktu mendatang.


