Wednesday, July 22, 2026
HomeBursaIHSG Turun: Investor Defensif Tunggu Klasifikasi MSCI

IHSG Turun: Investor Defensif Tunggu Klasifikasi MSCI

- Advertisement -
- Advertisement -

Investor Defensif Menyebabkan IHSG Melemah

Jakarta (ANTARA) – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebabkan oleh sikap defensif investor yang menunggu pengumuman Annual Market Classification Review dari MSCI pada Rabu (24/06) pagi. Data perdagangan sesi I pada Senin (22/06) menunjukkan IHSG ditutup melemah 77,21 poin atau 1,25 persen ke posisi 6.009,93. Hal ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan posisi pasar yang mulai defensif menjelang event MSCI review.

Sensitif Terhadap Arus Dana Jangka Pendek

Melihat kondisi pasar saat ini, pengamat pasar modal Elandry Pratama menyatakan bahwa IHSG masih berpotensi bergerak dalam pola konsolidasi dengan volatilitas yang tinggi. Investor institusi telah mulai melakukan rebalancing portofolio lebih awal, membuat likuiditas di beberapa saham tertentu menjadi tipis dan pergerakan harga terlihat lebih agresif dari biasanya.

Elandry menambahkan bahwa IHSG saat ini sangat sensitif terhadap arus dana jangka pendek. Hal ini disebabkan oleh pengumuman klasifikasi pasar oleh MSCI yang membuat pasar cenderung masuk fase wait and see dengan volatilitas yang meningkat. Selama net foreign flow belum stabil, IHSG berpotensi bergerak sideways dengan tekanan sesekali, meski peluang technical rebound masih terbuka jika hasil review MSCI sesuai ekspektasi.

Faktor Eksternal dan Kenaikan Yield US Treasury

Selain menantikan pengumuman MSCI, Elandry menjelaskan bahwa penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan yield US Treasury (UST) juga memengaruhi pasar. Hal ini kembali menekan emerging market, memicu capital outflow, dan menurunkan risk appetite investor asing di pasar domestik. Di sisi lain, terjadi profit taking di sejumlah big caps yang sebelumnya mengalami penguatan, menambah tekanan terhadap IHSG.

Data penutupan perdagangan sesi I pada Senin (22/06) mencatat bahwa IHSG ditutup melemah 77,21 poin atau 1,25 persen ke posisi 6.009,93. Frekuensi perdagangan mencapai 1.087.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 12,32 miliar lembar senilai Rp7,61 triliun. Saat penutupan, 206 saham naik, 501 saham turun, dan 252 tidak bergerak.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer