Friday, July 10, 2026
HomeBursaIHSG Turun ke 6.220 Sebelum Rilis MSCI dan Suku Bunga

IHSG Turun ke 6.220 Sebelum Rilis MSCI dan Suku Bunga

- Advertisement -
- Advertisement -

IHSG Bergerak Mixed di Tengah Tunggu Agenda Penting

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore, ditutup melemah di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap arah suku bunga acuan domestik dan global, serta pengumuman dari MSCI.

IHSG ditutup melemah 34,23 poin atau 0,55 persen ke posisi 6.220,74. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,55 poin atau 0,09 persen ke posisi 625,23.

Investor Menanti Agenda Penting

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menjelaskan bahwa investor cenderung bersikap hati-hati menjelang adanya banyak agenda ke depan, yaitu kebijakan suku bunga acuan dalam pertemuan FOMC The Fed dan RDG Bank Indonesia, serta MSCI Global Market Accessibility Review dan rebalancing indeks FTSE.

Menurut konsensus, The Fed diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 3,5-3,75 persen, sedangkan BI diperkirakan akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen.

Pergerakan IHSG dan Saham-Saham

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Namun, pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat dipimpin sektor barang konsumen primer, diikuti oleh sektor infrastruktur. Sedangkan sembilan sektor melemah, dengan sektor industri mengalami penurunan paling dalam.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu BCIC, DEFI, ESIP, RONY, dan KONY. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni GHON, BINA, NZIA, BREN dan POLU.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.315.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan senilai Rp24,67 triliun. Sebanyak 306 saham naik, 409 saham menurun dan 244 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia juga mengalami pergerakan beragam seperti indeks Nikkei yang menguat dan indeks Hang Seng yang melemah.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer