IHSG Melemah Seiring Kekhawatiran Pasar
Pada Senin sore, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah sebesar 0,98 persen menjadi 6.116,69 poin. Penurunan ini didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral serta faktor lainnya.
Faktor Penyebab Pelemahan IHSG
Pelemahan IHSG ini terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral. Selain itu, penurunan penilaian aksesibilitas Information Flow Indonesia oleh MSCI juga ikut berkontribusi, begitu pula dengan penghapusan sejumlah saham domestik dari indeks FTSE Russell.
Para investor juga masih menunggu dengan sikap wait and see terhadap pengumuman Annual Market Classification Review oleh MSCI yang akan dilakukan pada Rabu (24/06) pagi waktu Indonesia. MSCI akan menetapkan apakah klasifikasi pasar saham Indonesia tetap di Emerging Market atau turun ke Frontier Market. Apabila turun, berpotensi memicu arus keluar modal asing dalam jumlah besar dari pasar keuangan Indonesia.
Dampak di Pasar Regional dan Nasional
Bursa kawasan Asia juga bergerak variatif karena ketidakpastian konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang masih terjadi. Sementara itu, bank sentral China, People’s Bank of China (PBoC), mempertahankan suku bunga pinjaman acuan tidak berubah, menunjukkan sikap hati-hati di tengah tanda-tanda perlambatan konsumsi rumah tangga dan investasi.
Di sisi lain, di pasar dalam negeri, tercatat dua sektor yang menguat yaitu sektor energi dan sektor teknologi, sementara sembilan sektor turun, termasuk sektor barang baku, industri, dan kesehatan.
Sementara frekuensi perdagangan saham mencapai 1.709.000 kali transaksi dengan jumlah saham diperdagangkan sebanyak 20,95 miliar lembar senilai Rp13,47 triliun. Dari jumlah tersebut, terdapat 227 saham yang naik, 471 saham yang turun, dan 261 saham yang stagnan.
Di pasar regional Asia, indeks Nikkei menguat 1,86 persen, indeks Shanghai menguat 1,78 persen, indeks Hang Seng mengalami penurunan 0,65 persen, dan indeks Strait Times menguat 0,22 persen.


