Lalu Ahmad Zaini: Profesional di Dunia Pengelolaan Air Minum yang Terjerat OTT
Pada Senin, 20 Juli 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang mengamankan Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, S.Si., M.T. Penangkapan ini terkait dugaan penerimaan uang dari proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Profil Singkat Lalu Ahmad Zaini
Lalu Ahmad Zaini atau yang akrab disapa LAZ baru menjabat sebagai Bupati Lombok Barat selama 17 bulan sejak 20 Februari 2025. Sebelum terjun ke dunia politik, ia adalah seorang profesional di bidang pengelolaan air minum dengan karier yang cukup cemerlang.
Pria kelahiran Praya, 27 Juni 1970 ini memiliki riwayat karier sebagai Direktur PDAM Lombok Barat, Direktur PDAM Giri Menang, hingga Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang Perseroda. Tidak hanya itu, ia juga pernah menjadi Ketua Umum Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) periode 2021–2025.
Karier Politik dan Prestasi Pilkada
Di dunia politik, LAZ memiliki jabatan strategis sebagai Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Barat sejak April 2025. Ia sukses memenangkan Pilkada Lombok Barat 2024 dengan perolehan suara mencapai 107.340 atau 28,05 persen dari total suara sah.
Lalu Ahmad Zaini juga memiliki aset dan kekayaan yang signifikan, tercatat dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara pada 26 Januari 2026. Total kekayaan yang dimiliki mencapai Rp25.567.639.655 dengan aset berupa tanah, bangunan, kendaraan, dan uang tunai yang cukup besar.
Pada operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK, sebanyak 19 orang diamankan termasuk Lalu Ahmad Zaini. Ruang kerja bupati dan kantor Dinas Pekerjaan Umum pun disegel oleh pihak berwenang. Barang bukti awal yang disita berupa uang tunai ratusan juta Rupiah dan sejumlah dokumen terkait proyek-proyek yang mencurigakan.
Saat ini, status hukum Lalu Ahmad Zaini masih dalam proses pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terlibat dalam operasi tangkap tangan tersebut.
Perlu dicatat bahwa Lalu Ahmad Zaini merupakan individu yang berbeda dengan mantan Bupati Lombok Barat sebelumnya, Zaini Arony, yang pernah terjerat kasus hukum terkait aset daerah pada periode pemerintahannya sebelumnya.


