Wednesday, September 9, 2026
HomeFinansialBRI: Kredit UMKM Rp1.235,4 T Juni, Tetap Dominan dalam Portofolio

BRI: Kredit UMKM Rp1.235,4 T Juni, Tetap Dominan dalam Portofolio

- Advertisement -
- Advertisement -






BRI Tetap Dominan dalam <a href="https://beritatambang.com/2026/09/07/proyeksi-kredit-kredivo-untuk-kebutuhan-produktif-meningkat-54-di-2025/">Kredit</a> UMKM dengan Pertumbuhan 8,6 Persen

BRI Tetap Dominan dalam Kredit UMKM dengan Pertumbuhan 8,6 Persen

PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI) terus mempertahankan dominasinya dalam kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan penyaluran senilai Rp1.235,4 triliun hingga akhir triwulan II 2026, yang tumbuh 8,6 persen secara tahunan. Dalam portofolio perusahaan, kredit UMKM mencapai 75,1 persen dari total kredit yang mencapai Rp1.645,5 triliun pada periode tersebut.

Komposisi Kredit dan Diversifikasi Portofolio

Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, menyatakan bahwa meskipun fokus utama adalah UMKM, BRI juga melakukan diversifikasi portofolio dengan pertumbuhan pada segmen konsumer, small, medium, komersial, dan korporasi. Hingga akhir Juni 2026, kredit konsumer BRI mencapai Rp236,9 triliun, yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pada Segmen Konsumer

Kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh 12 persen, BRI Multiguna tumbuh 9,5 persen, dan kredit kendaraan bermotor (KKB) tumbuh mencolok sebesar 404,3 persen. Achmad menyatakan bahwa segmen konsumer tetap menjadi sumber pertumbuhan penting bagi perusahaan, didukung oleh basis nasabah BRI yang luas.

Rasio non-performing loan (NPL) BRI mengalami perbaikan menjadi 2,9 persen, menunjukkan efektivitas strategi pengelolaan risiko perusahaan. Rasio loan at risk (LAR) juga mengalami penurunan dari 9,6 persen menjadi 9,1 persen, mencerminkan peningkatan kualitas booking pada kredit baru. Sementara cost of credit (CoC) turun dari 3,4 persen menjadi 3,1 persen, menunjukkan peningkatan kualitas aset.

Direktur Manajemen Risiko BRI, Ety Yuniarti, menekankan bahwa jaringan yang luas mendukung kemampuan perusahaan dalam mendiversifikasi portofolio serta memiliki daya tahan yang lebih baik dalam menghadapi dinamika ekonomi. Kualitas kredit yang terjaga menegaskan bahwa model bisnis UMKM berhasil dikelola dengan manajemen risiko yang baik.

Laba Bersih dan Pertumbuhan Kredit

BRI mencatat laba bersih sebesar Rp31,2 triliun per akhir triwulan II 2026, tumbuh 17,5 persen secara tahunan. Total kredit tumbuh 16,2 persen menjadi Rp1.645,5 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp1.580,7 triliun dengan pertumbuhan 6,7 persen.

BRI terus memperkuat posisinya sebagai bank yang fokus pada UMKM dan ekonomi kerakyatan dengan melakukan diversifikasi portofolio dan menjaga kualitas aset serta manajemen risiko yang baik.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer